NarasiSulbar.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Kedua yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pengabdian Berbasis Kewilayahan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan yang telah dilaksanakan sejak tahun pertama di Desa Onang, Kabupaten Majene.
Pada tahun kedua, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK sebagai penggerak utama ketahanan pangan dan perbaikan gizi keluarga. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, peserta dibekali pengetahuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal dalam mewujudkan keluarga yang sehat, aman, dan mandiri pangan.
Dua materi utama disampaikan dalam kegiatan tersebut. Materi pertama, Pelatihan dan Penerapan Dapur Sehat dan Halal Berbasis Pangan Lokal (PDB), disampaikan oleh Justiyulfah Syah, S.KM., M.P.H. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan dapur rumah tangga yang memenuhi prinsip kebersihan, keamanan pangan, dan kehalalan mulai dari pemilihan bahan pangan lokal, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan bagi keluarga.
Selanjutnya, Diesna Sari, S.Gz., M.Kes. menyampaikan materi Penguatan Literasi Gizi melalui Pengembangan Menu Isi Piringku Berbasis Pangan Lokal (PDB). Materi ini menekankan pentingnya penerapan pedoman gizi seimbang dengan memanfaatkan berbagai pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat Desa Onang, sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi tanpa bergantung pada pangan dari luar daerah.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti praktik penyusunan menu “Isi Piringku” berbasis pangan lokal. Dalam kegiatan ini, ibu-ibu PKK dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan alat peraga berupa gambar berbagai jenis pangan lokal, seperti sumber karbohidrat, lauk pauk, sayur, buah, dan pelengkap lainnya yang umum dikonsumsi masyarakat setempat. Setiap kelompok kemudian menyusun komposisi menu sesuai prinsip Isi Piringku dengan menempelkan gambar-gambar tersebut pada media berbentuk piring, sehingga peserta dapat memahami secara langsung proporsi makanan yang dianjurkan untuk setiap kali makan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi mengenai kebiasaan konsumsi keluarga, tantangan dalam menyediakan menu bergizi setiap hari, serta berbagai alternatif pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat, aman, dan terjangkau.
Ketua Tim Pengabdian, Riska Mayangsari, menjelaskan bahwa kegiatan tahun kedua ini merupakan bagian dari upaya membangun perubahan perilaku konsumsi pangan di tingkat rumah tangga melalui pemberdayaan ibu sebagai pengelola pangan keluarga.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat literasi gizi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai menu sehari-hari. Ibu-ibu PKK memiliki peran strategis dalam menentukan pola makan keluarga, sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan stunting serta mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri pangan,” ujar Riska.
Program Pemberdayaan Desa Binaan Unsulbar dirancang sebagai program berkelanjutan selama tiga tahun. Setelah pada tahun pertama berfokus pada penguatan kapasitas UMKM pangan lokal, tahun kedua diarahkan pada peningkatan literasi gizi dan penguatan praktik konsumsi pangan lokal di tingkat rumah tangga. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, program ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat Desa Onang yang lebih sehat, mandiri, serta mampu melestarikan potensi pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan ketahanan pangan daerah.


